Portofolio memegang peranan yang cukup besar dalam personal branding. Salah satunya, sebagai media untuk menunjukkan kemampuan dan expertise yang kita miliki. Kita biasa menjumpai webportofolio yang berisi kumpulan hasil kerja seorang webdesainer dalam bentuk screen capture dengan sedikit penjelasan atau live demo.
Artikel Sebagai Portfolio
Saya menjumpai beberapa portofolio yang tidak hanya menampilkan hasil kerja, tetapi juga menjelaskan proses rancang bangun dari awal hingga akhir. Sebuah proses branding yang sangat efektif karena orang tidak hanya mengetahui hasil pekerjaan tetapi juga mengetahui bagaimana desainer tersebut bekerja. Uniknya model portofolio semacam itu dibuat dalam bentuk artikel blog. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:
1. Designing UX Exchange (Usabilitypost.com)1
Dmitry Fadeyev menjelaskan tentang proses rancang bangun interface UX Exchange2. Pada artikel tersebut kita bisa melihat bagaimana Dmitri bekerja, mulai dari konsep desain, pembuatan wireframe, prototype, hingga hasil akhir.
2. Smashing Magazine—Realigned (Awayback.com)3
Meskipun “hanya” berupa kritik, tetapi Amrinder Sandhu mengemasnya dengan sangat menarik. Amrinder menunjukkan beberapa “kelemahan” dalam desain SmashingMagazine. Tidak hanya itu, Ia juga mengajukan konsep yang dapat digunakan sebagai solusi sekaligus menujukkan kapabilitasnya sebagai seorang desainer.
Simpulan
Portofolio dalam bentuk artikel bisa jadi sangat efektif untuk branding. Dengan tulisan/artikel, kita bisa menyampaikan informasi yang lebih jelas kepada orang lain. Kita bisa memberikan informasi yang lebih banyak dan jelas tentang siapa diri kita dan bagaimana kapabilitas kita dalam bekerja.
1 Designing UX Exchange — Usabilitypost.com.
2 UX Exchange — Situs tanya jawab, network dari Stack Exchange.
3 Smashing Magazine—Realigned — Awayback.com.