Migrasi ke Webstatis

Sebenarnya sudah cukup lama saya berencana bermigrasi dari penggunaan CMS/webdinamis1 ke webstatis2. Tetapi baru sekarang kesampaian karena terkendala beberapa kesibukan. Selain itu, kebanyakan generator webstatis yang saya jumpai dibuat dengan Ruby. Sehingga saya harus memeras otak untuk dapat menggunakannya. :D

Pada akhirnya saya menggunakan Jekyll3, sebuah webstatic generator berbasis Ruby yang populer. Jekyll dibuat oleh Tom Preston-Werner4 dan dikembangkan melalui Github — Jekyll juga digunakan sebagai engine pada Github Pages. Jekyll dapat diinstall melalui rubygem, dan dapat mengkonversi dokumen teks yang ditulis dengan Markdown, Textile, atau plain HTML menjadi konten web. Dengan Jekyll, kita bisa mengelola dokumen HTML yang banyak dengan lebih mudah.

Webstatis?

Hey bung, ini tahun 2011! Jaman web 2.0, jaman web yang interaktif! Oh dear, penggunaan webstatis mungkin terkesan seperti kembali ke era Geocities… Tetapi saya memiliki beberapa alasan kenapa kembali pada teknologi webstatis:

1. Security

Saya tidak lagi khawatir dengan pembobolan admin area atau injeksi database. Sederhana saja, karena saya menyajikan dokumen HTML statis. Hal ini berarti tidak ada admin area ataupun database! Kalau mau membobol blog ini harus melewati admin panel hosting yang tentu saja memiliki tingkat keamanan yang lebih baik daripada CMS yang saya kelola sendiri.

2. Kecepatan

Halaman web disajikan tanpa harus memanggil perintah dari server atau koneksi database! Semuanya disajikan dalam bentuk dokumen HTML yang langsung dicache oleh browser. Hal ini yang membuat webstatis memiliki keunggulan pada kecepatan muat — tanpa plugin super cache atau semacamnya tentunya. Sayapun tidak was-was dengan server yang overload. :D

3. Keamanan Data

Dengan Jekyll, saya menulis konten dalam bentuk dokumen teks, mengkonversi menjadi dokumen HTML kemudian meletakkannya di server hosting via ftp. Kalaupun terjadi sesuatu dengan server hosting yang membahayakan data, saya tidak perlu khawatir karena semua data masih ada di komputer lokal.

4. Interaktivitas

Thanks to JavaScript karena bisa menyajikan konten web dinamis pada halaman statis. Pada blog ini, saya memanfaatkan trackback dari twitter untuk mengganti kotak komentar. Kita juga masih bisa memanfaatkan layanan dari Disqus atau IntenseDebate.

5. Unik

Yeah, bolehlah sedikit “tampil beda”. :D

So long, Textpattern…

1 Dynamic Web Page — Wikipedia.

2 Static Web Page — Wikipedia.

3 Jekyll, a blog aware, static site generator in Ruby .

4 Tom Preston-Werner .

Comments

powered by Disqus