Seringkali saya menjumpai penggunaan kalimat-kalimat pembuka yang berlebihan pada sebuah artikel. Tidak jarang, narablog menggunakan dua hingga tiga paragraf pembuka dalam menulis artikel. Setelah dibaca lebih lanjut, ternyata tulisan tersebut hanya berisi beberapa baris kode saja.
Tidak ada yang salah, hanya terlalu banyak fluff dalam tulisan tersebut. Fluff dapat diartikan sebagai tulisan yang — hampir — tidak berarti. Baca dan lupakan! Seorang pemindai/fast reader mungkin akan membaca beberapa kalimat pertama sebelum akhirnya memindai seluruh halaman. Jika terlalu banyak fluff pada kalimat pembuka dapat menyebabkan pengunjung malas untuk membaca lebih lanjut, nilai minus dari sisi usabilitas.
Mungkin kita berpikir bahwa penambahan fluff akan membuat tulisan kita terlihat panjang, berisi dan layak disebut artikel bermutu. Boleh saja anda berpendapat seperti itu, tetapi perlu diingat bahwa sebagian besar pengunjung memindai baru — mungkin —membaca. Saya telah menjelaskannnya pada tulisan Pengunjung Memindai, Baru Membaca beberapa waktu lalu. Kita bisa mengambil asumsi bahwa tidak semua orang memiliki waktu atau kemampuan untuk berlama-lama membaca tulisan pada sebuah blog. Wajar jika banyak blogwalkers yang kemudian meninggalkan komentar sekenanya karena mereka memang tidak membaca.
Saran saya, jangan menggunakan fluff — secara berlebihan — dalam tulisan karena dapat menyita waktu pengunjung. Ringkasan (summary) memang diperlukan, tetapi kita bisa membuatnya seringkas mungkin, fokus & seimbang dengan kapasitas pokok bahasan. Kita harus ingat bahwa kualitas tulisan dinilai dari banyak faktor, bukan hanya dari kuantitas kata yang digunakan.
Bacaan
- How Little Do Users Read? (Useit.com)
- Write for The Web (Useit.com)
- The Difference between Fluff and Interesting Content (Freelance Folder.com)
- Is Your Article Fluff? - Ten Ways to Tell (ezinearticles.com)
- How to Fluff up a Paper to Make It Look Longer (Wikihow.com)
- Fight The Fluff! (Rswarren.com)
Catatan
Banyak aktivis aksesibilitas yang menyarankan penggunaan fitur tautan langsung menuju konten (skip to content). Kali ini saya menyarankan untuk menambahkan tautan langsung menuju pokok tulisan (skip the fluff). Khusus bagi anda yang masih menyukai konsep tulisan dengan pembukaan yang panjang, lebar dan tentu saja tinggi.