Pengunjung Memindai, Baru Membaca

Saya membaca sebuah artikel yang sangat menarik dari Jacob Nielsen yang berjudul How Users Read on the Web. Tulisan tersebut menjelaskan sebuah hasil studi bahwa seseorang cenderung tidak membaca sebuah website tetapi memindainya (scanning). Dengan perbandingan 79% pengguna selalu melakukan pemindaian pada setiap halaman baru yang ditemui dan hanya 16% yang membaca kata demi kata.

Fakta yang menarik, tetapi tidak mengejutkan. Kita telah terbiasa dengan hal itu. Secara tidak sadar ketika kita mengunjungi sebuah blog untuk pertama kali, kita cenderung memindainya terlebih dahulu. Mungkin dimulai dari logo, konten, sidebar, hingga footer. Jika menarik, kita melanjutkan dengan membaca artikelnya. Tidak menarik, lupakan saja.

Scannability?

Pertanyaan mendasar yang mungkin timbul adalah, seberapa scannable-kah blog yang kita miliki? Dengan asumsi bahwa semakin scannable berarti semakin banyak yang tertarik untuk membaca, sebuah nilai plus untuk aksesibilitas & usabilitas. Dalam tulisannya, Jacob Nielsen menjelaskan bahwa sebuah web yang scannable hendaknya:

  1. Menggunakan kata kunci yang disorot/highlighting text.
  2. Menggunakan subjudul/headings yang berarti.
  3. Satu ide per paragraf.
  4. Menggunakan metode Piramida Terbalik/Inverted Pyramid, yang diawali dengan kesimpulan.
  5. Setengah jumlah kata — saya mengartikannya sebagai bahasa yang efektif & efisien.

Selain hal-hal yag bersifat teknis tersebut, penggunaan bahasa juga dinilai sangat berpengaruh. Ketika pengguna menilai bahasa yang digunakan terlalu sulit dimengerti — terlalu tinggi sehingga memberikan beban kognitif pada pengguna — mungkin membuatnya malas untuk membaca lebih lanjut, poin minus untuk usabilitas. Anda dapat melihat contoh kasus yang lebih detail di website sumber.

Uji Eyetracking & Heatmap

Salah satu metode untuk menguji keterpindaian adalah menggunakan heatmap untuk memperkirakan aktifitas eyetracking yang dilakukan pengunjung. Saya menguji blog ini menggunakan fasilitas gratis dari Feng-GUI. Berikut ini hasilnya:

heatmap
Gambar 1. Heatmap Halaman Konten.

Saya sengaja tidak menyoroti halaman secara penuh, hanya bagian yang pertama kali dilihat oleh pengguna saja. Dapat kita lihat bagian "terpanas" (berwarna merah dengan tanda nomor 1) diperkirakan sebagai "yang paling menarik" bagi pengguna dan berikutnya nomor dua & tiga. Sepertinya tampilan blog ini memang "terlalu dingin" tetapi saya cukup puas karena "titik-titik panas" tidak nyasar dan berada di tempat yang tepat.

heatmap
Gambar 2. Heatmap Halaman Depan.

Ketika saya menguji keseluruhan halaman, terlihat bahwa titik terpanas terletak pada banner Internet Sehat yang terletak di bawah. Cukup menarik, karena kita tahu pengguna pasti memindai dari apa yang pertama kali ditemukan dan itu ada di bagian atas halaman dan bukan dari bawah.

Sepertinya terlihat bagus untuk pemasang iklan. Bayangkan jika saya memasang banner produk/web anda di sidebar atas, dapat dipastikan iklan anda mendapat urutan pertama dalam proses pemindaian yang dilakukan oleh pengunjung blog ini. Menarik? Tentu saja, apalagi jika saya hanya menyediakan satu space iklan saja. :)

Comments

powered by Disqus