Membunuh Komentar Blog

22 Agustus 2010 — &

Setelah serangkaian percobaan akhirnya saya memutuskan untuk menutup kolom komentar dan menggunakan twitter sebagai gantinya.

Kolom komentar sangat merepotkan bagi saya. Selain harus mengurusi spam & scam, sayapun merasa berkewajiban untuk menanggapi semua komentar yang masuk seperti apapun bentuknya. Boleh dikatakan, lebih dari separuh aktivitas blogging dihabiskan untuk mengurusi kolom komentar. Saya berpikir, daripada waktu habis untuk mengurusi kolom komentar, lebih baik jika waktu yang berharga tersebut digunakan untuk lebih produktif dalam mengelola dan memperbaharui konten blog.

Sebenarnya untuk mengantisipasi spam dan komentar buruk lainya saya bisa saja menggunakan sistem moderasi komentar, tetapi tidak saya lakukan. Kita tidak bisa berdiskusi dan memoderasi komentar secara bersamaan. Sayapun tidak ingin terlihat seolah-olah berupaya menyaring tanggapan-tanggapan yang masuk.

Apakah ini eksperimen?

Ha! Mungkin saja… Saya ingin melakukan eksperimen untuk sekedar mengetahui interaktivitas pada sebuah blog tanpa kolom komentar. Melihat kondisi bahwa saat ini media-media jejaring sosial telah berkembang begitu pesat dan mudah diintegrasikan dengan media atau aplikasi web lainnya, saya ingin mencoba untuk memberdayakannya. Berikut ini beberapa opsi yang bisa saya tawarkan:

1. Mengoptimalkan Fitur Berlangganan Via Email

Jika anda menggunakan fitur berlangganan via email, anda dapat mengakses pembaharuan konten blog ini dengan cepat menggunakan Thunderbird dan tidak perlu repot-repot menghabiskan waktu dan bandwith untuk mengunjungi blog ini. Anda juga bisa memberikan tanggapan langsung kepada saya melalui email. Jika tambahan tersebut cukup relevan, saya akan menambahkannya pada tulisan blog dengan menyertakan identitas publik yang anda izinkan. Hal ini akan membuat komentar anda lebih valuable. Kita tahu, banyak sekali fluff pada kolom komentar. Saya pikir blogwalkers & blogrunners tidak memiliki waktu untuk membaca komentar. Selain itu, anda juga lebih leluasa menambahkan media pendukung seperti gambar misalnya.

2. Mengoptimalkan Penggunaan Twitter

Dengan twitter anda bisa memberikan respon yang cepat, efektif dan tentu saja efisien. 140 karakter lebih dari cukup untuk mengatakan tulisan/situs ini bagus atau jelek. :)

Saya menampilkan hasil pencarian twitter dengan menggunakan shorturl yang sesuai, sehingga komentar-komentar anda dapat tampil disini.

Lalu?

Saya tidak akan begitu saja "membuang" kontribusi berharga berupa komentar dari pengunjung yang telah masuk. Saya akan menyeleksinya — sesuai dengan relevansi tulisan — dan menampilkannya pada tulisan terdahulu. Saya tahu, ini butuh waktu dan pastinya cukup merepotkan.

Ini adalah eksperimen, saya belum pernah menjumpai blog lokal yang memanfaatkan Twitter hingga sejauh ini. Kita lihat saja perkembangannya nanti. ☺

Bacaan

Masalah komentar pada blog sebenarnya bukan hal baru. Cukup banyak yang membahasnya. Beberapa yang saya kumpulkan berisi pendapat-pendapat yang pro dan kontra terhadap pemangkasan fitur komentar pada sebuah blog.